Jumat, 16 Juli 2010

TINJAUAN PENGAJARAN REINKARNASI DALAM AGAMA HINDU & ALKITAB



BAB I
PENDAHULUAN

Ketika penulis melihat keadaan yang memungkinkan untuk meninjau tentang ajaran reinkarnasi ini, terdapat hal-hal yang terjadi di dalam kekristenan, ada orang-orang yang memahami tentang apa itu reinkarnasi dalam kekristenan diartikan lain, dan sikap mereka yang melihat bagaimana ajaran reinkarnasi itu seolah-olah diajarkan di dalam kekristenan.
Hal ini ditinjau dari sudut pandang apa sebenarnya ajaran reinkarnasi, dan berasal dari ajaran manakah ajaran reinkarnasi tersebut, karena ada beberapa yang memahami bahwa reinkarnasi tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, seperti halnya ajaran tentang Trinitas , sehingga memungkinkan mereka yang memahami tentang reinkarnasi di dalam kehidupannya dapat terjadi.
Itulah yang mendasari penulis untuk mengangkat hal ini, yaitu bagaimana memahami yang sebenarnya tentang reinkarnasi, apa itu ajaran reinkarnasi dan ditinjau dari ajaran hindu dan ajaran Alkitab, apakah di dalam Alkitab memang benar diajarkan tentang reinkarnasi atau tidak sama sekali Alkitab mengajarkan hal tersebut. Maka penulis akan meninjau dari ajaran-ajaran yang ada terutama ajaran agama Hindu.

BAB II
PEMAHAMAN REINGKARNASI DALAM AGAMA HINDU
PEMAHAMAN SECARA ETIMOLOGIS

Secara etimologis dapat diartikan bahwa sebenarnya kata reinkarnasi berasal dari kata re+in+carnis. Kata Latin carnis berarti daging, Incarnis artinya mempunyai bentuk manusia, reinkarnasi adalah dilahirkan kembali, yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini tetapi yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu, itu yang sebenarnya menjadi arti dari reinkarnasi secara etimologis.
karena badan halus adalah unsure yang terus ada sepanjang proses reinkarnasi sampai terjadi penyelamatan , Dapat dikatakan bahwa kehidupan setelah kematian itu mengalami suatu perputaran dimana ketika seseorang berbuat sesuatu yang jahat, maka di kehidupan selanjutnya dia akan mengalami suatu penderitaan kembali atau disebut dengan karma.

PEMAHAMAN REINKARNASI MENURUT HINDUISME

Agama Hindu sudah jelas-jelas meyakini reinkarnasi, reinkarnasi adalah ajaran dasar pada kedua agama Timur ini. Di Hindu sendiri poin reinkarnasi masuk kedalam 5 dasar keyakinan mendasar, Ayat-ayat yang membenarkan reinkarnasi dalam Hindu antara lain adalah sebagai berikut:
Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembangbiak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu.-[Bhagavad-Gita 3.10]- Beberapa jiwa memasuki kandungan untuk ditubuhkan; yang lain memasuki obyek-obyek diam sesuai dengan perbuatan dan pikiran mereka.-[Katha Upanisad 2.2.7]- Mahluk-mahluk di dunia yang terikat ini adalah bagian percikan yang kekal (Brahman) dari Ku, mereka berjuang keras melawan 6 indria termasuk pikiran.-[Bhagavad Gita 15.7]- Setelah memakai badan ini dari masa kecil hingga muda dan tua, demikian jiwa berpindah ke badan lain, ia yang budiman tidak akan tergoyahkan-[Bhagawad Gita 2.13]- Ibarat orang meninggalkan pakaian lama dan menggantinya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani baru.-[Bhagawad Gita 2.22]
Dalam filsafat agama Hindu, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu, pada saat manusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal, jika manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya.
ALIRAN HINDUISME
Ketika mempelajari tentang ajaran reinkarnasi dapat diperhatikan bahwa Ada beberapa aliran yang mempercayai adanya reinkarnasi ini yaitu beberapa pandangan yang memiliki suatu perbedaan, aliran ini antara lain Terdapat dua aliran utama yaitu pertama,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan terus menerus lahir kembali. Kedua,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan berhenti lahir semula pada suatu ketika apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau apabila mendapat kesadaran agung (Nirvana) atau menyatu dengan Tuhan (moksha), Agama Hindu menganut aliran yang kedua. Kelahiran kembali adalah suatu proses penerusan kelahiran di kehidupan sebelumnya.
Kemudian dalam pengertian yang sebenarnya ada juga yang mengatakan bahwa reinkarnasi juga disebut dengan samsara, ini diakibatkan oleh konsep karma sehingga karma itu melahirkan konsep samsara yakni perputaran kelahiran disini di tugaskan bahwa nasib manusia berada dalam perputaran kelahiran, ia dilahirkan, ia hidup, ia mati, dan kemudian ia dilahirkan kembali. Begitulah seterusnya sebagai Samsara hidup yang tiada akhirnya hanya orang yang telah mencapai atman yang mulia, yang sudah tahu akan kemayaandirinyalah yang dapat dari samsara itu.
Dalam pengertiannya karma dapat diartikan secara harafiah yang berarti“perbuatan, kelakuan, tindakan”, Melalui proses waktu yang panjang karma menjadi perbuatan dan buah perbuatan itu berkaitan erat dengan ajaran reinkarnasi, yang menyatakan bahwa karma yang baik mendatangkan kehidupan selanjutnya yang baik pula, dan karma yang buruk mendatangkan kehidupan selanjutnya yang buruk.
Kepercayaan pada reinkarnasi yang dianut Shankara disebut “advaita” yang berarti “tiada yang dua” (semuanya satu), mereka memiliki suatu pandangan panteisme yang menyatakan bahwa Tuhan (Brahman) adalah segalanya dan segalanya adalah Tuhan, jadi Dunia adalah Tuhan dan Tuhan adalah Dunia, jadi ini merupakan pandangan secara filsafat Hindu, Kemudian Ramanuja sendiri memang merupakan pandangan yang tidak jauh berbeda dengan pandangan Shankara, akan tetapi merupakan suatu modifikasi dari pandangan sebelumnya, pandangan Ramanuja percaya adanya perbedaan antara Tuhan dan dunia. Ajaran mereka disebut denggan t “vishishtadvaita” berarti “beda tetapi tak beda”. Mereka mengatakan bahwa Tuhan à Pribadi kemudian Dunia & manusia à “Pribadi dan tubuh Tuhan“

BAB III
TINJAUAN ALKITAB TENTANG REINKARNASI
Alkitab dan reinkarnasi

Seperti yang dikatakan di dalam pendahuluan bahwa ada para pendukung ajaran reinkarnasi, baik yang menyatakan diri sebagai seorang Kristen maupun tidak, sering berpaling ke dalam Alkitab untuk mencari bukti dan konformasi tentang ajaran reinkarnasi mereka. Banyak pendukung ajaran reinkarnasi “Kristen” mengakui bahwa reinkarnasi tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, seperti ajaran Trinitaspun tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, ketidakjelasan kehidupan seseorang sesudah kematian sangat mirip dengan kemisteriusan sifat Trinitas Tuhan.
Mereka sering menggunakan ayat-ayat yang terdapat di dalam Alkitab sebagai reprensi mereka, untuk menguatkan argument mereka tentang ajaran reinkarnasi, Ayat-ayat alkitab yang terlihat seperti mendukung reinkarnasi:
Ayub 1:20,21
20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Disini orang-orang yang percaya akan reinkarnasi mengungkapkan adanya reinkarnasi, tetapi jika dilihat secara seksama kata “kandungan” yang diambil dari bahasa ibrani “shammah” digunakan disini sebagai kiasan untuk menggambarkan “tanah” yang adalah asal kita manusia.

Mazmur 139:13,15
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku…Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
Yeremia 1:4, 5;
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
Galatia 1:15,16
15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Ayat-ayat ini terkadang dipakai untuk menunjukan bahwa ayat ini berkenaan dengan keadaan manusia sebelum lahir, yaitu Yeremia dan paulus. Sebelum lahir, Yeremia dan Paulus ditetapkan untuk pekerjaan pelayanan mereka masing-masing, Tetapi prase yang mengungkapkan “Aku telah mengenal Engkau” lebih menunjukan kepada keberadaan Yeremia dan Paulus waktu mereka di dalam kandungan ibu mereka.
Kata mengenal dalam bahasa ibrani yang digunakan adalah “Yada” (mengenal), ini lebih dari pada sekedar pengetahuan intelektual tentang keterikatan pribadi, kata ini merupakan keterikatan secara politis, dimana keterikatan antara hamba (pelayan) kepada tuannya, penggunaan kata mengenal disini berorientasi kepada hubungan yang lebih dekat dan didukung oleh kata lain dan hubungan Tuhan dan Yeremia: “menguduskan” dan “menetapkan” adalah kata-kata yang menunjukan tugas khusus yang Tuhan berikan kepada Yeremia.
Mengenai usaha pendukung-pendukung ajaran reinkarnasi untuk menyelaraskan reinkarnasi dengan kebangkitan, para pendukung ini mengungkapkan bahwa jika direinkarnasi perlu adanya kebangkitan dan dibangkitkan perlu adanya reinkarnasi, tetapi pada dasarnya wujud dari reinkarnasi dan kebangkitan itu berbeda, akan tetapi menurut Geisler dalam bukunya mengatakan bahwa
“kebangkitan tidak boleh dikacaukan dengan reinkarnasi karena keadaan keduannya yang sangat berbeda…ajaran Alkitab mengenai kebangkitan agar kita dapat melihat perbedaannya yang mencolok dengan reinkarnasi yaitu, kebangkitan tubuh Tuhan Yesus adalah suatu contoh kebangkitan tubuh seluruh umat manusia yang diselamatkan. Oleh karena itu, titik tolak paling baik untuk mempelajari wujud tubuh manusia yang diselamatkan dan dibangkitkan adalah tubuh Kristus sendiri, apa yang berlaku pada tubuh baru Kristus berlaku juga pada tubuh baru semua orang yang diselamatkan”.

Seperti tubuh Kristus setelah bangkit dapat dikenal secara fisik seperti tubuh yang ia miliki sebelum kematian. (Luk. 24:13, dst; Yoh 20:11-29, Kis 1:4-9), tubuhnya dapat diraba (Yoh. 20:17; 24-29); dan dia makan makanan (Luk. 24:42; Yoh 21:1-23).

BAB IV
KESIMPULAN

Setelah membahas dan menjelaskan pembahasan di atas mengenai ajaran reikarnasi dapat disimpulkan dari tinjauan yang dilakukan bahwa reinkarnasi sebenarnya tidak diajarkan di dalam kekristenan, karena kekristenan hanya mengajarkan tentang bagaimana suatu kebangkitan itu terjadi seperti yang terjadi di dalam tubuh Kristus yang bangkit, jadi menurut pandangan saya ajaran reinkarnasi itu tidak dapat dipertanggung jawabkan secara benar. Jika memang benar terjadi reinkarnasi dan perputaran kehidupan dalam manusia, maka yang terjadi adalah tidak adanya perubahan jumlah dari penduduk bumi ini.
Akan tetapi memang dalam ajaran lain reinkarnasi diajarkan seperti di dalam ajaran agama Hindu, mereka menganggap manusia dapat mengalami suatu reinkarnasi di dalam hidupnya, dan ada orang yang menganggap kekristenanpun mengajarkan tentang hal tersebut, tetapi itu tak terbukti, karena Alkitab tidak mengajarkan ajaran reinkarnasi.
by. AG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar